Industri adalah sumber polusi air yang sangat besar, ia menghasilkan polutan yang sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Banyak fasilitas industri menggunakan air tawar untuk membawa limbah dari tanaman dan masuk ke sungai, danau, dan lautan.

Polutan dari sumber industri meliputi:
– Asbes – Polutan ini berbahaya bagi kesehatan dan bersifat karsinogenik. Serat asbes dapat terhirup dan menyebabkan penyakit seperti asbestosis, mesothelioma, kanker paru-paru, kanker usus dan kanker hati.
– Timbal – Ini adalah elemen logam dan dapat menyebabkan masalah kesehatan dan lingkungan. Ini adalah zat yang tidak dapat terbiodegradasi sehingga sulit untuk dibersihkan begitu lingkungan terkontaminasi. Timbal berbahaya bagi kesehatan banyak hewan, termasuk manusia, karena dapat menghambat kerja enzim tubuh.
– Merkuri – Ini adalah elemen logam dan dapat menyebabkan masalah kesehatan dan lingkungan. Ini adalah zat yang tidak dapat terbiodegradasi sehingga sulit untuk dibersihkan begitu lingkungan terkontaminasi. Merkuri juga berbahaya bagi kesehatan hewan karena dapat menyebabkan penyakit melalui keracunan merkuri.
– Nitrat – Meningkatnya penggunaan pupuk berarti nitrat lebih sering dicuci dari tanah dan masuk ke sungai dan danau. Ini dapat menyebabkan eutrofikasi, yang dapat sangat bermasalah bagi lingkungan laut.
– Fosfat – Meningkatnya penggunaan pupuk berarti bahwa fosfat lebih sering dicuci dari tanah dan masuk ke sungai dan danau. Ini dapat menyebabkan eutrofikasi, yang dapat sangat bermasalah bagi lingkungan laut.
– Belerang – Ini adalah zat non-logam yang berbahaya bagi kehidupan laut.
– Minyak – Minyak tidak larut dalam air, melainkan membentuk lapisan tebal pada permukaan air. Ini dapat menghentikan tanaman laut menerima cukup cahaya untuk fotosintesis. Ini juga berbahaya bagi ikan dan burung laut.
– Petrokimia – Ini terbentuk dari gas atau bensin dan dapat menjadi racun bagi kehidupan laut.